Ingin Root Smartphone? Simak Dulu Beberapa Resiko Melakukan Root Pada Smartphone

Melakukan kegiatan rooting terhadap smartphone atau tablet pada dasarnya akan memberikan sejumlah dampak negatif dan disisi lain akan memberikan dampak yang positif. Untuk dalam segi positif melakukan root pada smartphone antara lain adalah pengguna smartphone tersebut akan bisa memiliki akses atau bisa dikatakan kendali penuh atas semua pengaturan sistem yang ada didalam smartphone yang sudah diroot tersebut. Meskipun disisi lain keuntungan berupa akses pengendalian sistem secara penuh ini tidak menutup kemungkinanakan bisa menyebabkan beberapa hal yang kurang baik nantinya. Salah satu yang hal yang dikhawatirkan adalah apabila hal ini disalah gunakan manfaatnya oleh oknum-oknum yang tidak bertangggung jawab, meskipun hal ini tidak akan pernah terjadi jika kamu sebagai pengguna smartphone selalu waspada dan hati-hati.

Dalam smartphone yang sudah diroot oleh pengguna, maka kegiatan root ini akan menghapus berbagai dokumendan file-file system secara otomatis. Bukan hanya itu, selain file system kemungkinan aplikasi yang salah dalam pemansangannya atau terdapat perubahan di dalam sistemnya juga akan ikut terhapus dengan root ini. Bukahanya sebatas itu, pada saat root maka security model Android juga dikompromikan sampai tingkatan tertentu. Semua hal ini bisa terjadi karena aplikasi root tersebut memiliki atau membutuhkan akses yang lebih banyak lagi menuju sistem smartphone yang diroot tersebut. Sejumlah aplikasi jahat pada smartphone yang sudah diroot kemungkinan besarakan meminta akses data yang lebih banyak.

Resiko Untuk Tidak Melakukan Root Pada Smartphone

Dengan beberapa alasan yang sudah disebutkan diatas, maka tidak salah jikalau secara resmi pihak Google memang tidak akan memberikan dukungan terhadap sejumlah perangkat yang sudah terkena rooting terlebih dahulu. Saat ini pun juga sudah terdapat API yang lebih dikenal dengan sebutan SafetyNet, SafetyNet ini bisa dihubungi oleh para pihak pembuat aplikasi supaya dipastikan kalau perangkat tertentu belum dimodifikasi bahkan belum dirusak para peretas. Sejumlah aplikasi yang menangani data sensitive secara khusus juga akan melakukan pengecekan terhadap hal tersebut dan apabila perangkat tersebut sudah dilakukan root ini maka secara otomatis aplikasi ini akan menolak secara langsung. Android Pay merupakan salah satu yang paling menonjol disini. Aplikasi Android Pay memang dirancang secara khusus agar tidak bisa digunakan pada perangkat smartphone yang tidak lolos pemeriksaan Safety Net.

Kehilangan akses dalam sebuah aplikasi yang mempunyai keamanan tingkat tiggi tentu merupakan masalah yang sangat besar para pengguna smartphone. Nah, dengan sejumlah alasan ini maka sangat disarankan kepada kamu agar jangan coba-coba melakukan kegiatan rooting ini. Hal ini supaya kamu dapat terhindar dari kerugian yang disebabkan dirikamu sendiri. Karena pada dasarnya, langkah-langkah atau metode yang biasa diterapkan didalam kegiatan rooting smartphone memang terbilang sangat rumit dan mempunyai arus yang sangat berbahaya.

Dan secara teknis hal yang pasti terjadi akibat melakukan rooting di smartphone ini akan menghilangkan garansi pabrik pada perangkat yang diroot tadi. Kebanyakan perusahaan-perusahaan vendor smartphone memang menyediakan suatu layanan terkait perbaikan ponsel, tapi ponsel yang bias mendapatkan layanan ini adalah ponsel yang belum terkena root. Meskipun beberapa perusahaan smartphone juga menyediakan suatu layanan perbaikan meskipun smartphone tersebut sudah diroot oleh pengguna.

Nah, dengan beberapa resiko yang sudah kamu ketahui dari informasi diatas, apakah kamu masih ingin meroot smartphone kamu? Atau jangan-jangan kamu sudah melakukan root pada smartphone kamu? Semoga bermanfaat.

 

Ingin Root Smartphone? Simak Dulu Beberapa Resiko Melakukan Root Pada Smartphone | admin | 4.5